04 Maret 2013

Jembatan Selat Sunda Akan Segera Di garap

jembatan selat sundaJembatan selat sunda yang di gadang-gadang akan meningkatkan perekoomian dan penghematan yang amat besar akan digarap, hal ini sudah mulai dilakasanakan study tentang jembatan tersebut, menurut menko Perekonomian Hatta Rajasa, pembangunann jembatan ini memakana biaya yang sangat besar, sehingga swasta harus di libatkan, dalam pembiayaan jembatan tersebut. Jembatan yang menghubungkan pulau jawa dan Sumatera ini di harapkan dapat menghilangkan kemacetan dan permasalahan yang sering terjadi pada selat penyeberangan selat sunda.


Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengakui sampai saat ini pembahasan proyek Pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) belum menemukan kata sepakat antara Menteri Keuangan Agus Martowardojo dengan tim 7 yang lain. Namun, walaupun belum menemukan kata sepakat di tim 7, Menko Perekonomian dan Presiden berharap studi JSS dapat dimulai pada akhir tahun ini.

"Paling tidak studi kita mulai, dengan studi kita mulai maka tentu kita melaksanakan itu diakhir-akhir tahun, walaupun itu berat sekali. Tapi dengan studi itu maka kita (akan) bisa mengatakan proyek ini feasible atau tidak," ujar Hatta Rajasa di Bali, Kamis (28/2).

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengakui bahwa sampai saat ini Menkeu masih bersikeras agar proyek pembangunan dibiayai APBN, sementara pihak-pihak yang lain menganggap boleh saja jika pembagunan JSS dibiayai oleh swasta.

"Yang lain menganggap boleh saja Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2011 tentang Pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda dilakukan modifikasi. Tidak ada masalah, jangan kaku terhadap itu (materi Perpres)," ungkap Hatta.

Lebih lanjut, Menko Perekonomian memaparkan bahwa sekarang ini pembahasan JSS dilakukan pada tingkat Wapres. Dari pembahasan tersebut diusulkan agar melibatkan BUMN dalam pembiayaan pembangunan JSS.

"BUMN kita ikut dalam membiayai pembangunan jembatan," ujar Hatta.

Menko Perekonomian meyakini BUMN cukup kuat untuk membiayai proyek pembagunan JSS. "Kalau bersinergi sanggup juga (BUMN biayai JSS)," ungkap Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Menurut Menko Perekonomian, proyek pembangunan JSS ini diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 150 triliun, dan untuk studinya saja bisa menghabiskan dana triliunan rupiah.

“Kalau tetap menggunakan dana APBN, kasihan daerah yang lain, karena nantinya yang di Kalimantan, Sulawesi, Papua, Papua Barat juga ikut meminta pembagunan jembatan dengan dana APBN. Disitu mulai timbul, padahal dana kita sangat terbatas," ungkap Menko Perekonomian Hatta Rajasa

Tidak ada komentar: