19 Februari 2013

Rencana Pembangunan Jembatan Selat Sunda

Jembatan Selat Sunda
Rencana Pemeritah pusat dan daerah Provinsi Banten dan Lampung untuk membangun jembatan selat sunda sepertinya sudah tahap serius, hal itu terungkap semakin intensnya pembahasan masalah pembanguanan jembatan tersebut. Yang menjadi pertanyaan adalah, sekiranya jembatan selat sunda itu selesai di bangun dan di fungsikan menjadi penghubung Pulau Sumatera dan Pulau Jawa, sementara di kawasan situ ada Gunung Krakatau yang semakin membesar, hal itu tentu saja sangat beresiko, sementara biaya yang di keluarkan utnuyk pembangunan jembatan tersebut luar biasa besar.


seperti di beritakan oleh tempo.co, berikut ini petikannya, pembahasan pembanguana jembatan tersebut dan para stake holder.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menegaskan megaproyek Jembatan Selat Sunda (JSS) akan tetap dibangun. “Banyak orang yang meragukan keberlanjutan jembatan ini. Namun saya tegaskan, Jembatan Selat Sunda akan terus dikerjakan,” kata Djoko saat ditemui di Kementerian Pekerjaan Umum, Jumat, 9 November 2012.

Ia menjelaskan, proyek yang diperkirakan akan menelan biaya pembangunan ratusan triliun rupiah itu masih terus diproses. Dari hasil rapat di Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, menurut Djoko, pemrakarsaan pembangunan diputuskan untuk menyertakan pemerintah daerah, swasta, dan juga badan usaha milik negara.

“Hasil rapat memutuskan akan melibatkan BUMN,” kata Djoko. Hanya saja, menurut dia, pemerintah belum dapat memastikan berapa persen keterlibatan BUMN dalam konsorsium pemrakarsa. Hal tersebut akan sangat bergantung pada pembicaraan bisnis seluruh anggota konsorsium.

Sedangkan pembagian saham pada perusahaan konsorsium pemrakarsa pembangunan jembatan, PT Graha Banten Lampung Sejahtera, terdiri dari 90 persen milik Grup Artha Graha dan masing-masing 5 persen milik Pemerintah Daerah Banten dan Pemerintah Daerah Lampung. Djoko mengatakan porsi saham milik Grup Artha Graha tersebut yang akan diubah.

“Nantinya, komposisi saham swasta (Grup Artha Graha) akan dikurangi dan BUMN masuk mengambil saham yang dikurangi itu,” kata Djoko. Sedangkan saham Pemda Banten dan Pemda Lampung tidak berubah, yaitu tetap masing-masing 5 persen.

Walau ada pengubahan kepemilikan saham, perusahaan konsorsium tetap akan bernama PT Graha Banten Lampung Sejahtera. Ada pun Grup Artha Graha, kata Djoko, tidak keberatan dengan proses pembagian saham tersebut. Ia menjelaskan, berapa pun porsi saham Group Artha Graha, mereka tetap siap menggarap feasibility study pembangunan jembatan.

Tidak ada komentar: